hahah . post niyh agak menarik kot . ta penah2 aku mentelaah buku pasal perkahwinan . macam da tade keje jew kan ? pada hal assignment Pn . Zainiah bagi tak siap agy niyh . ny laa dikatakan cara untuk menghilangkan kebosanan di malam hari . :)) heheheh . tajuk buku yang aku bace niyh ialah " Satu Rasa Dua Hati " penulis dia adalah Pahrol Mohd Juoi . so kat bawah ny , tajuk artikel yang aku tertarik iaitu ' Tanda Adanya Cinta ' . ( Siapa yang lebih cinta , dia akan lebih banyak memberi . ) huhuhu . bace sambil tersenyum . :)) aku bace niyh , bukan maksud aku tak sabar nak kawen , tapi saje nak bace menambah ilmu pengetahuan . ta salah kan ?? hehe . jangan salah anggap yew . if korang bace pon , mesti sronok . siap boley berangan agy . hahahah :DD
CINTA SEJATI
Kalau isteri atau suami yang kita cintai bertanya , " Di antara kita suami isteri yang saling cinta-mencintai ini , siapakah di antara kita yang lebih cintanya... awak atau saya ?" Tentulah sukar untuk menjawabnya . Cinta adalah soal maknawi yang tidak boleh disukat ukur . Apa jawapan kita agaknya ? Pernah soalan yang sama ditanyakan kepada para hukama(ahli hikmah ). Maka mereka menjawab , " Siapa yang lebih cinta kepada Allah , maka dialah yang lebih cinta kepada pasangannya !"
Perlu kita ingat bahawa hubungan persaudaraan , perkahwinan , persahabatan atau apa sahaja bentuk hubungan sesama makhluk khususnya akan menjadi lebih akrab , jika Khalik(Allah) menjadi penghubungnya . Sebab itu di dalam al-Quran dan hadis kerap dikaitkan antara iman dengan persaudaraan atau kasih sayang . Sesungguhnya , orang iman itu bersaudara . Tidak sempurna iman seorang sehingga dia mencintai saudaranya sepertimana dia mencintai dirinya sendiri . Begitu lebih kurang maksud al-Quran dan hadis .
Sebab itu ada ungkapan yang menyatakan : " Seseorang tidak boleh mencintai orang lain sebelum mencintai diri sendiri. " Dan seseorang tidak akan dapat mencintai dirinya jika dia tidak mencintai Allah . Oleh itu modal atau sumber kita mencintai sesama manusia ialah denganmencintai Allah . Kalau kecintaan kita kepada Allah tinggi , maka akan lebih tinggilah cinta kita kepada manusia .
Bagaimana mencintai Allah ? Tidak cukup untuk dengan melaksanakan apa yang diwajibkan dan meninggalakan apa yang dilarang saja . Itu baru melaksanakan tanggungjawab . Bukti cinta lebih daripada itu . Jika kita benar benar cinta , kita akan melakukan sesuatu yang lebih extra . Bukan setakat melaksanakan yang wajib dan meninggalkan apa yang haram , sebaliknya untuk mendapatkan cinta Allah kita perlulah melakukan yang sunat dan meninggalkan yang makruh .
Sudah sewajarnya apbila cinta kita kepada Allah bertambah , maka cinta kita kepada sesama manusia pun turut bertambah . Seorang suami yang banyakamalan sunatnya seperti solat tahajud , berzikir , membaca al-Quran , bersedekah , berpuasa sunat , secara automatik adalah suami yang pengasih , penyayang , pemaaf , pemurah , dan lain-lain sifat terpuji apabila bergaul dengan isteri dan anak - anaknya . Begitu juga seorang isteri yang banyak amalan sunatnya , sewajarnya juga adalah isteri yang taat , lemah - lembut , pandai dan rajin melayan suami . Insya-Allah , bila hati sudah cinta Allah kita akan menjadi lebih cinta kepada orang lain . Dan bila kita sudah cinta kepada orang lain , orang lain pun akan menjadi cinta kepada kita .
Siapa yang lebih cinta , dia akan memberi lebih banyak . Maksudnya , jika kita cintakan sesuatu atau seseorang , maka kita akan banyak memberi untuk yang kita cintai itu . Kita sanggup mengorbankan masa , tenaga , harta , wang ringgit malah nyawa sekalipun untuk membuktikan cinta itu .
Bukankah ada ungkapan yang menyatakan , love is a verb - maksudnya cinta itu tindakan atau perbuatan , bukan sekadar lisan dan kata-kata . Cinta Allah , ada buktinya ... maka lahirlah banyak amalan wajib dan ditambah dengan amalan-amalan sunat . Cinta isteri atau suami ada tandanya ... lahirlah ketaatan , layanan , pembelaan dan berbagai-bagai tindakan yang dapat dilihat dan dirasa . Itulah cinta sejati . Ia bukan hanya kata-kata atau tulisan yang hanya untuk didengar dan dibaca . <33
kat bawah ny contoh kisah atau dialog yang ada berkenaan tajuk ini .... so , renung renungkan dan selamat beramal . hahaha :))
YANG EXTRA DALAM RUMAH TANGGA
" Wang tidak boleh menggantikan tempat kita... Wang tidak boleh membeli kasih sayang, " kata saya .
" Tapi saya betul betul tak ada masa . Terlalu banyak komitmen yang perlu diselesaikan , " balasnya lagi .
" Komitmen untuk siapa ?"
" Untuk anak anak juga . Perniagaan saya bakal diwarisi mereka suatu hari kelak . Saya tak mahu anak anak saya kesempitan hidup pada masa hadapan..."
" Tak kan begitu sekali ... tak ada masa ? "
" Selebihnya , komitmen saya untuk masyarakat . Saya terpaksa memimpin anak bangsa saya untuk mencapai kedudukan yang setara dengan bangsa lain , " ujarnya lagi , serius .
Selendang yang menutup kepalanya terjatuh ke bahu . Rambutnya berjuntai keluar menyerlahkan wajah kewanitaannya yang masih segar .
" Jadi apa yang puan harapkan dari perbualan ini . Saya nampak puan telah punya jawapan kepada semua persoalan , " kata saya terus terang .
" Maaflah , saya memang begini . Sebenarnya saya ingin tahu apa rahsia kasih sayang dalam rumah tangga ? Apa , bagaimana , kenapa ? " tekannya bertalu-talu . Saya senyum melihat gayanya berbincang . Ada adunan dua dalam satu promosi produk perniagaan dan pidato ahli politik .
" Apa yang puan nak katakan kalau orang bertanya sesuatu tentang kasih sayang ? "
" Ia instinct . Fitrah semula jadi . Rasa kasih , rasa mesra , cinta antara semua manusia . Kasih sayang antara ibu dan anak , suami dan isteri , pemimpin dan rakyat ... "
" Kalau ditanyakan apa perlunya kasih sayang ? "
" Wah , tak dapat dikatakan lagi . Tampa kasih sayang musnah kehidupan . Tanpa kasih sayang ibu , anak-anak akan mati . Bayangkan siapa yang melahirkannya , menyusukan dan menjaga anak-anak ?"
" Siapa yang memberi kasih sayang kepada manusia ? " tanya saya lagi .
" Ei , ni saya yang nak bertanya atau saya yang kena tanya ? " balasnya sambil bergurau .
" Kadang-kadang , pertanyaan adalah jawapan kepada pertanyaan ! " kata saya lembut . Dia diam .
" Secara mudah , saya jawab ... Tuhan . Tuhanlah yang memberi kasih sayang dan menitipnya ke hati manusia ... "
" Jadi , kalau diumpamakan kasih sayng itu sebagai hadiah , maka Tuhan yang memberinya bolehlah dianggap sebagai Pemberi Hadiah , kan gitu ? "
Dia mengangguk . Keningnya berkerut sedikit .
" Kalau begitu , yang mana patut kita lebih cintai , Pemberi Hadiah atau hadiahnya ? "
" Tentulah Pemberi hadiah ."
" Begitulah rasionalnya . Sayang , realitinya tidak begitu . Ramai lebih cintakan hadiah daripada Pemberi hadiah... cintakan makhluk mengetepikan Tuhan . "
" Maksud awak ? "
" Kerana kasih sayangs esama insan ... soal iman dan syariat dari Tuhan telah diketepikan . Ini petanda cinta Tuhan telah dipinggirkan! "
" Cinta Tuhan perlu meminggirkan kasih sesama insan ? "
" Tak juga , kerana kalau benar kita cintakan Pemberi hadiah , hadiahnya kita jaga sungguh-sungguh. "
" Maksud awak ? "
" Orang yang cintakan Tuhan dia akan mengasihi ibu bapa , isteri atau suami , anak , saudara , harta dan apa jua 'hadiah' Tuhan kepadanya . Cuma cintakan semua itu tidaklah melebihi cintanya kepada Tuhan . "
" Cuba spesifikkan sedikit pada soal rumah tangga, " pintanya serius .
" Semua anggota rumah tangga perlu cintakan Tuhan , barulah mereka akan benar-benar mengasihi sesama mereka ... "
" Bagaimana nak mencintai Tuhan ? "
" Kenalilah Dia ... "
" Dah kenal, nama dan sifat-Nya . Dah belajar pun . Tapi sukar nak cinta betul-betul . "
" Cinta soal dan rasa , bukan soal fikiran . Dengan akal , kita hanya tahu Allah Maha Pengasih tetapi untuk merasai kasih-Nya itu dengan hati . Mengenal Allah perlu dengan hati , tak cukup dengan fikiran . "
" Macam mana nak kenal dengan hati ? "
" Amalkan apa yang kita tahu , kemudian dapatkan pengalaman . Dari pengalaman itu barulah datangnya pengenalan . Dari pengenalan datangnya cinta ! "
Dia diam . Agak panjang .
" Tak nak tanya macam mana nak amal ? " usik saya .
" tu saya tahulah.... buat yang wajib . Tinggal yang haram . "
" Itu bukti pengabdian . Tetapi masih belum cukup untuk mendapat kecintaan ... "
" Ada lagi ? "
" Buat yang wajib , tinggal yang haram , bukti pengabdian . Buat yang sunat , tinggal yang makruh , bukti kecintaan . Kecintaan lebih extra daripada pengabdian. "
" Sepenting itukah amalan extra itu ? Yang wajib - wajib ni pun dah cukup agaknya . "
" Sepenting itu amalan extra puan dalam bidang perniagaan dan politik hingga terpaksa mengorbankan masa dengan anak- anak ? Tak cukupkah dengan masa yang ada ? " " Itu bukan maslah , kita hanya perlu pandai membahagikan masa , " ujarnya .
" Ha , itulah jawapan kepada soalan awal puan seawal perbualan tadi ... Wang tidak sewajarnya menggantikan diri jika puan pandai membahagikan masa . Begitu juga , amalan sunat tidak akan memberat jika puan pandai membahagikan masa ... "
" Wah , semuanya persoalan bergaul satu nampaknya . Cinta , masa , perniagaan , rumah tangga , wajib , sunat ... segalanya! "
" Itulah luasnya daerah cinta . Namun , insya-Allah cinta kepada Tuhan akan memberikan kita kekuatan untuk mengasihi keluarga , perniagaan dan karier secara adil dan bijaksana... "
Terima Kasih Kerana Meluangkan Masa :)